Tuesday, June 25, 2013
Wednesday, June 19, 2013
SEBENTUK HATI YANG BARU
Jikalah saat ini
kita sama - sama menatap langit, tentu saja kita akan menatap langit
yang sama. Langit yang gulita dan syahdu. Ada harap, semoga saja langit
yang kita tatap ini saling mengalirkan sebuah energi yang besar kedalam
hati kita masing - masing. Energi yang mampu memberikan kekuatan agar
kita dapat mempertahankan mimpi kita. Bukankah dulu kita saling
menguatkan?? Semoga saja kini pun saling menguatkan, meski tak terucap
secara lisan tapi bukankah hati yang mampu merasakan seuntai energi itu.
Ya, semoga saja kita berada dalam dimensi yang sama untuk tetap saling
menguatkan.
Ini malam kesekian, sejak ke-kita-an berubah hanya sekedar aku dan kamu. aku masih saja berada di depan pintu itu. Aku menantimu. Bukan karena aku yakin. Lebih karena dengan itu aku masih bisa berharap untuk membuka mata diesok hari. Bukan karena aku kuat. Lebih karena aku masih memiliki harapan tentang pagi yang akan menyapaku. Paling tidak aku masih memiliki alasan untuk hidup, ya satu hari lagi menunggumu di depan pintu. Hingga suatu saat, kau benar - benar kembali untuk mengetuk pintu dan masuk kedalam rumah kita. Jika tidak, aku akan kembali menunggumu.
Malam yang menaungi bintang, kau tahu? Ada masa dimana perasaan rindu yang bersemayam dalam segumpal darah ini mulai berontak. Teringat dimana benih yang pernah kita tanam mulai tumbuh, mulai besar. Kita pernah bahagia akan itu bukan? Kita pernah merawatnya bukan? Dan kita pernah berteduh dari rintik hujan didalamnya. Aku yakiin ada campur tangan sang pencipta diantaranya. Begitupun ketika kita mulai cemas ditengah perjalanan, daun-daun mulai berguguran seraya melayukan pohonnya. Sekuat kita bisa kita jaga pohon agar tak layu, tapi apa daya kita sebagai manusia. Meski dengan air mata yang menggantung disudut mata, doa-doa yang merapal dengan pasih berharap iya tak layu. Tetap saja kita tahu ada yang tak sejalan. Kita ingin bertahan dengan segala cara, namun tak ada cara lain.
Pagi mulai menyapa sembari berusaha menahan udara yang mendingin. Bolehkah aku meminta kesempatan kedua? Kesempatan agar hati kita saling bertautan ?Nampaknya itu terlalu berlebihan? Lihatlah kah kau lebih bahagia tanpa aku? Dan aku masih sibuk dalam mimpi semu tentang aku dan dirimu.
Aku?
Aku masih memiliki sebentuk hati, Tentu saja, sama seperti sebelumnya. Maka jangan meminta padaku untuk menjabarkan arti cinta, aku hanya akan diam. Tapi cobalah kau minta padaku untuk menunjukannya, maka aku akan berdiri di sampingmu, di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu. Dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi. Dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih. Dan kau tahu itu.Yah, hidup tak melulu soal aku, kamu , kita dan sehelai perasaan yang dititipkan olehNya. Ada sebait mimpi, segunduk bakti dan tanggung jawab. dan tentu saja tentang ujian hidup. Aku tersenyum pahit, ketika aku memustukan untuk tak mengutamakan sepotong hati ini. Hingga nanti akan ada sepotong hati yang baru untuk ditanam kembali. Masih ada mimpiku yang menemani dalam penantian. Namun jangan pernah bilang ini sebuah pelarian, karena sesungguhnya aku takan bisa lari dari sosokmu,,
Ini malam kesekian, sejak ke-kita-an berubah hanya sekedar aku dan kamu. aku masih saja berada di depan pintu itu. Aku menantimu. Bukan karena aku yakin. Lebih karena dengan itu aku masih bisa berharap untuk membuka mata diesok hari. Bukan karena aku kuat. Lebih karena aku masih memiliki harapan tentang pagi yang akan menyapaku. Paling tidak aku masih memiliki alasan untuk hidup, ya satu hari lagi menunggumu di depan pintu. Hingga suatu saat, kau benar - benar kembali untuk mengetuk pintu dan masuk kedalam rumah kita. Jika tidak, aku akan kembali menunggumu.
Malam yang menaungi bintang, kau tahu? Ada masa dimana perasaan rindu yang bersemayam dalam segumpal darah ini mulai berontak. Teringat dimana benih yang pernah kita tanam mulai tumbuh, mulai besar. Kita pernah bahagia akan itu bukan? Kita pernah merawatnya bukan? Dan kita pernah berteduh dari rintik hujan didalamnya. Aku yakiin ada campur tangan sang pencipta diantaranya. Begitupun ketika kita mulai cemas ditengah perjalanan, daun-daun mulai berguguran seraya melayukan pohonnya. Sekuat kita bisa kita jaga pohon agar tak layu, tapi apa daya kita sebagai manusia. Meski dengan air mata yang menggantung disudut mata, doa-doa yang merapal dengan pasih berharap iya tak layu. Tetap saja kita tahu ada yang tak sejalan. Kita ingin bertahan dengan segala cara, namun tak ada cara lain.
Pagi mulai menyapa sembari berusaha menahan udara yang mendingin. Bolehkah aku meminta kesempatan kedua? Kesempatan agar hati kita saling bertautan ?Nampaknya itu terlalu berlebihan? Lihatlah kah kau lebih bahagia tanpa aku? Dan aku masih sibuk dalam mimpi semu tentang aku dan dirimu.
Aku?
Aku masih memiliki sebentuk hati, Tentu saja, sama seperti sebelumnya. Maka jangan meminta padaku untuk menjabarkan arti cinta, aku hanya akan diam. Tapi cobalah kau minta padaku untuk menunjukannya, maka aku akan berdiri di sampingmu, di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu. Dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi. Dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih. Dan kau tahu itu.Yah, hidup tak melulu soal aku, kamu , kita dan sehelai perasaan yang dititipkan olehNya. Ada sebait mimpi, segunduk bakti dan tanggung jawab. dan tentu saja tentang ujian hidup. Aku tersenyum pahit, ketika aku memustukan untuk tak mengutamakan sepotong hati ini. Hingga nanti akan ada sepotong hati yang baru untuk ditanam kembali. Masih ada mimpiku yang menemani dalam penantian. Namun jangan pernah bilang ini sebuah pelarian, karena sesungguhnya aku takan bisa lari dari sosokmu,,
Monday, April 22, 2013
Trima Kasih Rabb
Bukankah semua yang ada didunia ini bukan sebuah kebetulan
Melainkan sebuah takdir dari Mu Rabb
Seperti orang-orang sekelilingku bilang
Bahwa aku harus belajar mencari makna dari sebuah keadaan
Entah itu keadaan yang mampu membuatku tersenyum
Atau mungkin keadaan yang hanya mampu membuatku meneteskan air mata.
Semua itu seharusnya mampu membuatku dewasa ketika aku mampu menguraikan makna dari sebuah keadaan ini
Menjadi dewasa dari sebuah senyum
Menjadi dewasa dari sebuah luka
Terimakasih Rabbku
Ada malaikat yang kau hadirkan untukku
Hangat belaiannya mampu membuatku tenang
meski terlihat gundah di matanya
tanpak letih dalam setiap hembusan nafasnya
tak pernah lupa padaku meski harus berbagi diantara sibuk dan tanggungjawbnya
berilah keberkahan untuk setiap langkahnya
karenanyalah aku selalu berusaha untuk kuat.
Rabb, dulu aku pernah mengugatmu dengan keadaan ini
mengguat karena kau tak memberiku sayap yang sempurna
mengugat karena kau tak memberi kesempatan untuk merasakan terbang dengan dua sayap yang utuh.
Dan kembali aku harus mengeja makna dari sebuah keadaan
Bukankah dengan seperti ini aku bisa menjadi lebih kuat dibanding orang seusiaku,
atau bukankah aku harus bersyukur diberi sebuah keadaan yang lebih nikmat dibanding orang yang berkeadaan serupa.
Terimakasih Rabb, selalu ada makna dibalik ketentuanMu
Terimakasih Rabb
Ada kesempatan dimana aku bisa mengenalMu lebih dekat
Ada kesempatan dimana aku bisa menikmsti ciptaanMu langsung dipeluk mata
Ada kesempatan dimana aku bisa mengambarkan betapa KuasanNya diriMu
Kau pertemukan aku pada orang-orang yang mampu mebelajarkanku
Kau beri kesempatan padaku untuk berinteraksi dengan mereka
memaknai pertemuan dengan mereka membuatku belajar
belajar dewasa melalui ilmu, Terimakasih Raab
selalu ada kesempatan bagiku untuk tersenyum ketika aku bertemu dengan mereka
Terimakasih Rabb
Suatu waktu kau titipkan hatiku pada seorang pria
Kau mekarkan rasa kasih sayang pada hatiku
Kau kirim seseorang yang mampu membuatku nyaman ketika berada disampingnya
MakhlukMu yang mampu meredakan setiap ambisiku
Dan ketika ia pergi, aku merasa ada yang hilang
Aku sadar mungkin belum saatnya aku memekarkan rasa itu
Maka aku relakan ia pergi, ku pendam rasa itu
Sambil aku siapkan diri ini menjadi Khadijah
untuk berbakti pada makhlukMu itu
Sambil menunggu ia kembali
Terima Kasi Ya Rabb
Keadaan ini membuatku lebih pasrah terhadap apa yang telah Engkau Gariskan
Ada banyak yang pergi
Ada banyak yang datang,
Kurelakan semua yang pergi untuk memberikan kesempatan pada yang datang
Ku maknai keberadaannya dalam dimensi ruang dan waktu
Bukankan setiap hari itu baru, maka harus kubuka hatiku untuk hal yang baru
Sambil tak melupakan masa lalu
Sambil tetap berterima kasih pada Rabbku
Berterimakasih pada keadaan apapun
Terima kasih Rabb
Dari hambamu yang senantiasa tersenyum dalam keadaan apapun
:):)
Melainkan sebuah takdir dari Mu Rabb
Seperti orang-orang sekelilingku bilang
Bahwa aku harus belajar mencari makna dari sebuah keadaan
Entah itu keadaan yang mampu membuatku tersenyum
Atau mungkin keadaan yang hanya mampu membuatku meneteskan air mata.
Semua itu seharusnya mampu membuatku dewasa ketika aku mampu menguraikan makna dari sebuah keadaan ini
Menjadi dewasa dari sebuah senyum
Menjadi dewasa dari sebuah luka
Terimakasih Rabbku
Ada malaikat yang kau hadirkan untukku
Hangat belaiannya mampu membuatku tenang
meski terlihat gundah di matanya
tanpak letih dalam setiap hembusan nafasnya
tak pernah lupa padaku meski harus berbagi diantara sibuk dan tanggungjawbnya
berilah keberkahan untuk setiap langkahnya
karenanyalah aku selalu berusaha untuk kuat.
Rabb, dulu aku pernah mengugatmu dengan keadaan ini
mengguat karena kau tak memberiku sayap yang sempurna
mengugat karena kau tak memberi kesempatan untuk merasakan terbang dengan dua sayap yang utuh.
Dan kembali aku harus mengeja makna dari sebuah keadaan
Bukankah dengan seperti ini aku bisa menjadi lebih kuat dibanding orang seusiaku,
atau bukankah aku harus bersyukur diberi sebuah keadaan yang lebih nikmat dibanding orang yang berkeadaan serupa.
Terimakasih Rabb, selalu ada makna dibalik ketentuanMu
Terimakasih Rabb
Ada kesempatan dimana aku bisa mengenalMu lebih dekat
Ada kesempatan dimana aku bisa menikmsti ciptaanMu langsung dipeluk mata
Ada kesempatan dimana aku bisa mengambarkan betapa KuasanNya diriMu
Kau pertemukan aku pada orang-orang yang mampu mebelajarkanku
Kau beri kesempatan padaku untuk berinteraksi dengan mereka
memaknai pertemuan dengan mereka membuatku belajar
belajar dewasa melalui ilmu, Terimakasih Raab
selalu ada kesempatan bagiku untuk tersenyum ketika aku bertemu dengan mereka
Terimakasih Rabb
Suatu waktu kau titipkan hatiku pada seorang pria
Kau mekarkan rasa kasih sayang pada hatiku
Kau kirim seseorang yang mampu membuatku nyaman ketika berada disampingnya
MakhlukMu yang mampu meredakan setiap ambisiku
Dan ketika ia pergi, aku merasa ada yang hilang
Aku sadar mungkin belum saatnya aku memekarkan rasa itu
Maka aku relakan ia pergi, ku pendam rasa itu
Sambil aku siapkan diri ini menjadi Khadijah
untuk berbakti pada makhlukMu itu
Sambil menunggu ia kembali
Terima Kasi Ya Rabb
Keadaan ini membuatku lebih pasrah terhadap apa yang telah Engkau Gariskan
Ada banyak yang pergi
Ada banyak yang datang,
Kurelakan semua yang pergi untuk memberikan kesempatan pada yang datang
Ku maknai keberadaannya dalam dimensi ruang dan waktu
Bukankan setiap hari itu baru, maka harus kubuka hatiku untuk hal yang baru
Sambil tak melupakan masa lalu
Sambil tetap berterima kasih pada Rabbku
Berterimakasih pada keadaan apapun
Terima kasih Rabb
Dari hambamu yang senantiasa tersenyum dalam keadaan apapun
:):)
Sunday, April 14, 2013
Sunday with Rain :):)
Lagi, bermelodi menenangkan.
Hujan turun ketika kebanyakan makhluk yang bernama manusia sedang menikmati kesengangannya.
Mempersiapkan diri untuk kesibukannya diawal minggu.
Ya kali ini hujan datang ketika hari minggu, penutup hari dalam satu minggu.
Kali ini aku terdampar di bangun ruang ini, bersama si ikan-ikan yang selalu setia menjaga kamar ini
Alunan lagu sheila on seven yang selalu meramaikan kamar ini
Aku sendiri, menikmati tubuh yang mulai berontak dengan kesibukan ini, saki memang namun aku engga menyebutnya sakit
Dan aku mulai mendalami kerinduann ini,,
Aku rindu mama, yang selalu membuatku tenang dengan usapan tangan di keningku,
saat seperti ini, ia selalu memaksaku untuk meminum tablet kecil yang pahit itu.
Aku rindu papa.. aku sangat rindu papah
dan aku rindu dirimu sang penyuka hujan, sungguh!
Maaf, jika kali ini aku tak mampu menyembunyikan lelahku
Maaf, jika kalian melihatku lemah..
Cukup hari ini, esok senyumku dan ceria ku yang akan kalian lihat lagi..
Terima Kasih untuk hari ini malaikatku..
Hujan turun ketika kebanyakan makhluk yang bernama manusia sedang menikmati kesengangannya.
Mempersiapkan diri untuk kesibukannya diawal minggu.
Ya kali ini hujan datang ketika hari minggu, penutup hari dalam satu minggu.
Kali ini aku terdampar di bangun ruang ini, bersama si ikan-ikan yang selalu setia menjaga kamar ini
Alunan lagu sheila on seven yang selalu meramaikan kamar ini
Aku sendiri, menikmati tubuh yang mulai berontak dengan kesibukan ini, saki memang namun aku engga menyebutnya sakit
Dan aku mulai mendalami kerinduann ini,,
Aku rindu mama, yang selalu membuatku tenang dengan usapan tangan di keningku,
saat seperti ini, ia selalu memaksaku untuk meminum tablet kecil yang pahit itu.
Aku rindu papa.. aku sangat rindu papah
dan aku rindu dirimu sang penyuka hujan, sungguh!
Maaf, jika kali ini aku tak mampu menyembunyikan lelahku
Maaf, jika kalian melihatku lemah..
Cukup hari ini, esok senyumku dan ceria ku yang akan kalian lihat lagi..
Terima Kasih untuk hari ini malaikatku..
Sunday, March 17, 2013
Nana :)
Sayup sayup angin mengantarkan ku untuk mengenalmu
Semakin purnama berganti, semakin keadaan memaksaku untuk mengenalmu
Ya, akhirnya aku mengenalmu
Tepat saat musim berganti dan kau memutuskan untuk pergi
Ketika kau datang, kau katakan tak mengerti mengapa kau datang
Dan kini aku yang tak mengerti mengapa kau pergi
Lalu aroma nafasmu membayangi hari yang kulalui tanpa sapaanmu
Menikmati rindu ini, semoga saja tak membunuhku..
Sungguh aku rindu kata sayangmu,
Dan seperti yang telah kukatakan.
Aku akan menantimu
Sungguh aku rindu kata sayangmu,
Dan seperti yang telah kukatakan.
Aku akan menantimu
-sudut kota, 2013
Location:
Bandung, Indonesia
Thursday, March 14, 2013
Tentang Edelwais
Di balik kabut yang mulai membutakan mata
Kau tumbuh sebagai lambang keabadian
Aku tersipu di balik ribunmu
Bersimpuhku tanda syukur pada-Mu
Dalam jingga yang merona
Pesonamu hadir menggetarkan jiwa
Pelipur letih penghapus gudah
Tak jemu aku, akan menemuimu lagi
Mengantar insan yang ingin membaca lukisan Tuhan
Mengantar insan yang ingin membaca lukisan Tuhan
Akan selalu ada harap untuk kembali bencengkrama
Akan selalu ada rindu untuk bercerita tentangmu
Tasbih untuk Tuhanku yang menciptakan mu
Thursday, March 7, 2013
Aku Rindu
Apa kabarmu hari ini?
Baikah?
Sudahkah kamu memberi makan cacing-cacing dalam perutmu?
Sudahkah kamu menunaikan kewajibanmu sebagai hamba Tuhan
Sudahkah kamu memberi makan cacing-cacing dalam perutmu?
Sudahkah kamu menunaikan kewajibanmu sebagai hamba Tuhan
Ah, mungkin saja kau tak lagi mengingatku
Tak ada sedikit pun kenangan tentang aku
Atau mungkin sudah ada mentari lain yang membangunkanmu bersama kokok ayam..
Lalu untuk apa aku masih merindu?
Kaauuu, selalu sajaa..!!!
Aku bukan pelupa hebat,
Yang mampu meniadakan kenangan itu
Aku bukan pelupa hebat,
Yang mampu meniadakan kenangan itu
Jarum jam itu bergerak terlalu pelan,
Aku tak ingin menghitung tiap geraknya,
Aku tak ingin menghitung tiap geraknya,
semakin aku hitung, semakin aku rindu.
Kau tahu,
Aku rindu..
Aku rindu..
Mendengar suaramu dan semua cerita tentangmu,
Aku rindu
Mengajakmu bermain-main
Aku rindu
Mencium aroma tubuhmu
Kau..
Aku masih mengingatmu dari sini
Aku masih melihatmu dari sini
Apakah kau masih ingin menemuiku?
Atau kah kau telah menghapusku dari memorimu?
Tak rindu kah kau padaku?
Lalu,
apa yang membuatku masih menatapmu?
meski kau telah memberi karang yang besar
Lalu,
apa yang membuatku masih menatapmu?
meski kau telah memberi karang yang besar
tanda penolakan mu
Aku mengerti, aku tetap mengerti
Dan hatiku yang tak mempedulikannya,
Masih saja aku rindu..
Masih saja aku rindu..
Dan Aku tahu
Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu.
Kau mencintai dirimu, lebih dari yang kau tahu
Kau mencintai dirimu, lebih dari yang kau tahu
Subscribe to:
Posts (Atom)

