Saturday, December 7, 2013

Potongan kisah Senja



Meskipun senja selalu kembali dengan priode yang tetap, tapi senja selalu menampakan pesonanya. Tak akan ada yang menyangkal bahwa senja mampu menguapkan segala bentuk keletihan melalui jingganya yang meneduhkan. Dan disenja kali ini aku kembali meringkuk dibawah sinarnya. Berharap mampu melebur dengan teduhnya, sejenak mengeserkan keletihan dalam hirukpikuk rutinitas tiada henti.

Ku tutup mata, berusaha melebur dalam suasana senja. Senja terkenal dengan lambang melankolis. Ku akui terkadang aku terhanyut dalam melankolisnya senja. Apalagi saat hujan membiaskan cahaya senja, menebarkan aroma basah. Aku selalu suka suasana ini. Suasana yang selalu membawaku dalam kenangan semusim yang lalu. Tepat dalam waktu yang sama. Saat ia mulai memutuskan untuk merubah istilah kita menjadi hanya sekedar aku dan kamu.

Ah, senja selalu memanggil kenangan ku tentangnya. Mungkin karena dia yang mengenalkanku pada senja senja yang manis.senja senja semusim yang lalu yang membuatku keluar dari pola pikir tentang kehidupan. Ada suasana baru yang pernah ia hadirkan saat aku melewati senja. Dan kau tahu, aku rindu..!!

Sejalan dengan senja dan segala suasana yang dibawanya, kumpulan nada nada itu bersatu seolah ingin ikut menjadi bagian senja ini.

Semusim
telah ku lewati
telah kulalui
tanpa dirimu
tetapi bayang wajahmu
masih tersimpan di hati

Setahun yang lalu …

From : kamusipenyukahujan
Pesan :
Kalo mnrt kamu hubungan kita gmna? Menurut aku hub. Ini udh ga sehat. Kamu udh terlalu baik buat aku, tapi aku selalu dingin ke kamu. Aku ga mw suatu saat kamu sakit gr2 aku, sampai akhirnya kamu benci sama aku.

To        : kamusipenyukahujan
Pesan :
Kenapa aku harus benci kamu, maaf kalo aku belum bisa mengenal kamu dengan baik.

From    :kamusipenyukahujan
Pesan   :
Aku Cuma ga mau kamu skit dan akhirnya km benci ma aku. Setidkanya msh ada hal manis yg bisa km inget tentang aku. Skrg aku bebaskan km untuk memilih apapun yg kamu mau. Semoga kamu bisa. Jujur aku pun berat buat bilang ini, tapi aku harus bilang ini ke kamu.

to : kamusipenyukahujan
pesan :
ya udah terserah kamu aja. Buat apa aku mempertahankan hub ini kalo ini bikin kamu ga nyaman. Kalau memang suatu saat kamu masih mau kembali, silahkan kembali. Maaf kalo aku belum bisa ngasih yang terbaik buat kamu, terima kasih buat semuanya

from :kamusipenyukahujan
pesan :
semoga kamu bisa menemukan bintangmu jangan nangis senjaku !

lalu semuanya hening bagiku, kututup mata berharap ini hanya mimpi, namun sayangnya aku harus tersadar bahwa memang semua ini nyata,, dan kau pun pergi tanpa menghapus jejak……
*********************************************************************************

Dan senja saat itu dan saat ini masih sama. Ia tak pernah peduli apa yang kita rasa. Ia hanya menjalankan tugasnya sebagai penjingga langit sebelum matahari terlelap. Dan aku pun begitu. Masih sama seperti dahulu, masih sama seperti saat tak mengenal kamu, masih sama seperti saat mengenal kamu dan masih sama seperti tak bersama kamu serta masih ada waktu untuk tetap mununggu kau kembali di senja senja selanjutnya.

Friday, September 27, 2013

Selamat..!!!


Jingganya senja selalu mempesonamu,
Mengantarkanmu pada puncak – puncak capaian
Meskipun kau harus bertegur sapa ramah dengan kerikil atau pun tanjakan yang menyulitkan
tapi, ketika waktunya tiba tentu  akan sampai pula di tempat tujuan.
dan tentu saja aku selalu percaya bahwa kau akan mampu sampai di tempat – tempat tujuanmu dengan caramu sendiri..
 
Selamat jalan 
 Sampai bertemu kembali di puncak puncak capaian mu yang lain..
 
Happy Graduation
Syaid Maulana, SE

Tuesday, September 24, 2013

RAYAKAN SAJA


Usia merupakan kuantitas dari kualitas hidup
Kualitas kita sebagai hamba Tuhan
Kualitas kita sebagai anak manusia
Kualitas kita sebagai makhluk sosial
Maka rayakanlah dengan bersahaja
Semakin bijaklah dalam bertindak
Semakin tenanglah dalam berfikir
Semakin tangguhlah dalam memperjuangkan mimpi

SELAMAT ULANG TAHUN KE 23

Selamat menikmati hidup baru
Jangan pernah menyerah.. 

-to you SM-

Thursday, September 12, 2013

Lagu Galau Lagi

Melewatkanmu di lembaran harikuSelalu terhenti di batas senyumanmuWalau berakhir cinta kita berduaHati ini tak ingin dan selalu berdusta

Lupakanmu takkan mudah bagikuSelalu ku coba namun aku tak mampuMembuang semua kisah yang telah berlaluDi sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu

Harusnya ku telah melewatkanmuMenghapuskanmu dari dalam benakkuNamun ternyata sulit bagikuMerelakanmu pergi dari hatiku

Selalu ingin dekat tubuhmuNamun aku tak bisa karena kau telah bahagia

Harusnya ku telah melewatkanmuMenghapuskanmu dari dalam benakkuNamun ternyata sulit bagikuMerelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)

Selalu ingin dekat tubuhmuNamun aku tak bisa, namun aku tak bisaKarena kau telah bahagia

-Adera, Melewatkanmu-


Wednesday, September 11, 2013

Ketika senja menyapa



Mencoba menerima
Ketika kau merasa semua ini hambar dan biasanya saja
Ketika tak ada lagi segenggam kenyamanan kala senja menyapa
Tersadarkan ketika semuanya telah menemui masanya
Sama saja saat kau dapati malam menggantikan siang
Sama saja ketika purnama dengan cantiknya hadir dimalam hari
Atau ketika kau terpaku menatap senja, seperti kebiasaanmu
Dan ketika kau rasakan seperti itu
Maka aku hanya bisa menerimanya


Mencoba mengerti
Ketika harus menerjemahkan pesan - pesan dari alam
Saat hembusan  membisiki simpati
Lalu ketika hujan membekukan keadaan yang tersisa
Meski aku tersungkur pilu
Kau tetap saja berlari menembus badai

Aku akan tetap mengerti
Ketika ada pesan yang terselip diantara dua bongkah hati
Terkadang tak mampu terbaca jelas di dingding suci
Aku tahu aku harus bertahan demi bongkahan hati  kita agar tetap utuh.
dan tentu saja harus tetap berseri

Dan ketika senja ini menyapa
Mengajaku untuk bisa memahami
Bahwa tak selamanya aku berada di hatimu
Tak selama aku menjadi manisnya gula di teh mu
Atau hanya sekedar membenarkan letak lehermu ketika kau terlelap
Kau pergi
Kau tetap pergi ketika aku tak lagi dihatimu

Senja manis itu menyapaku
Cantik,
Secantik kisah yang pernah kita lewati saat senja menyapa

lalu mengapa kau lantas pergi ??
tak berniatkah kau kembali saat senja menyapa kita lagi??




Saturday, July 27, 2013

Memulai kembali, Bisa kah??

to : kamusipenyukasenja@gmail.com
Subject : back to the star.. 



Senja selalu membuatmu nyaman diatara cela-cela kesibuakanmu yang tiada henti
Terkadang aku tak mengerti mengapa senja itu selalu membuatmu tenang, mukin bahkan senja lebih menenangkan dibanding dengan ketika aku berada disisimu, kau tahu terkadang aku menjadi begitu cemburu pada kenyataan ini.
Dan kamu selalu betah, berdiam diri meringkuk dibawah senja dimanapun kamu berada,

Memahamimu terkadang menjadi rumit, ketika ingatan tentangmu kembali merasuki kekinian ku. Sulit mengerti bagiku ketika aku tahu kau begitu mengidolakan senja. Si Merah saga yang mengantarkanmu pada gulitanya sang malam. Belakangan aku mengerti bahwa memang sesungguhnya si jingga senja itu sungguh meneduhkan. Hanya saja terkadang terbesit rasa pilu ketika menyadari kau dan aku berpisah justu ketika senja mulai membayangi kita.

Sunyi senja kali ini sedikit menyiksaku. Mengkakuan tubuhku dibalik kaca. Mentari itu turun dengan perlahan mengantarkan aku pada kegelapan malam. Rasanya aku tak pernah begitu kuat melewatkan malam tanpamu. Sendiri dalam kegelapan. Tak lagi ada gengamanmu yang menguatkan. Meskipun aku sadari aku telah kehilangan genggamanmu dari delapan purnama yang lalu.

Entahlah, aku terasa perih di senja ini. Lalu kubiarkan senja mengusap helai rambutku, membiarkanya mengecup dengan penuh kerelaan. Aku terpesona karenanya, bahkan aku meminta senja untuk bertahan lebih lama lagi. Menemaniku hingga kau kembali. Apa kah aku terlalu berlebihan akan ini,

Apa kah ini yang orang sebut dengan rindu. Bahkan aku berpasrah menerima perih yang jelas jelas menyiksaku. Lalu dimana waktu? Dimana waktu yang menurut orang mampu melunturkan luka dan mengaburkan rindu. Nyatanya rindu ini tak hilang oleh waktu.

Lalu bagaimana dengan engkau? tak rinduhkan dengan aku? Atau kah memang kita terlalu takut akan kenyataan yang belum terjadi?

Maka tak bisakah kita kembali saja?

Thursday, July 11, 2013

Jejak

Sungguh, kota ini sangat mempesona. Mulai dari bentuk permukaan buminya hingga aktivitas manusianya. Hampir empat tahun berada disiti tentu tak cukup untuk memahami tiap jengkal kota ini. Mungkin karena memang aktivitas ku yang hanya sekedar melewati jalan yang sama. Tak ada yang istimewa memang, tapi tentu saja selalu ada hal manis yang dapat dikenang bersama kalian.

Aku selalu suka menikmati kota ini pada malam hari. Ada ketenangan yang dihadirkan dibalik dinginnya udara. Tak jarang kabut menyempurnakan keadaan. Menikmati kesunyian kota ini. Memang tak sunyi sama sekali, beberapa sudut kota masih ramai dengan aktivitas malamnya. Namun setidaknya aku dapat lebih leluasa bergerak. Lebih leluasa menikmati keadaanya. Dan lebih leluasa memutar kenangan. Mengais jejak - jejak yang sempat terukir.

Rasa rindu membuatku semakin kreatif untuk tetap menikmati kota ini. Mencari kesempatan untuk tetap merasa dekat. Memaknai kehadirannya. Memautkan hati dengan merapalkan doa. Sungguh mengejanya itu sulit. Bahkan masa pun belum mampu membunuh rindu ini.